Diduga Kepala Sekolah SMA N 1 Lubai Selalu Menghilang Di Saat Awak Media Ingin Silahturahmi.

Viral sumsel.my.id-Sepertinya Ada yang janggal saat awak media ingin bersilaturahmi dengan Kepala Sekolah di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)1 yang berada di Jalan, prabumulih baturaja Lubai.Kecamatan Beringin kabupaten Muara enim

Dimana, sejak Rabu 19 Februari 2025, hingga saat berita ini ditayangkan media ini belum bisa bertemu, selalu saja dikatakan tidak ada di tempat. Dan disana terlihat sikap selalu menutup nutupi yang ditunjukkan pihak sekolah khususnya guru Waka kurikulum yang bertugas yang menunjukkan berprilaku tidak setuju kalau kepsek nya selalu di tanya

Biasanya media setiap datang ke sekolah mengisi buku tamu namun oknum berpakaian ASN tersebut tidak mengeluarkan buku tamu dengan alasan bahwa kepala sekolah sedang tidak berada ditempat


Sementara sekolah merupakan tempat belajar menuntut ilmu bagi generasi penerus bangsa. Seharusnya lah para pendidik di sekolah tersebut menjadi tauladan bagi anak anak yang di didiknya, bukan malah memberikan contoh yang tidak baik, sehingga ini menjadi pertanyaan masyarakat apa yang terjadi di sekolah tersebut.

Diketahui bahwa kepala sekolah SMA Negeri 1 lubai setiap ditanyakan selalu tidak berada di tempat. Dengan dihalang halanginya awak media bertemu kepala sekolah, Ada dugaan bahwa kepala sekolah mewanti wanti kepada guru piket untuk tidak menerima awak media atau juga diduga dikarenakan jarang berada di sekolah saat jam belajar. Padahal kedatangan media ini dalam rangka ingin konfirmasi mengenai penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diperoleh dari pemerintah.

kepala sekolah harus siap memberikan informasi ke publik agar info tersebut dapat diketahui masyarakat sehingga tidak ada prasangka buruk. Sesuai UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik bukan malah sebaliknya.

“Sesuai dengan UU Nomor 14 /2008 tetang keterbukaan Informasi publik, seharusnya mereka dapat memberikan informasi dengan cepat, terbuka sehingga mudah dipahami oleh masyarakat,” tegasnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa pendidikan merupakan hak warga negara untuk menjadi pintar jangan menjadi lahan komersil, sehingga media harus bekerja ekstra agar tidak terjadi penyalahgunaan jabatan. “Sekolah harus bebas dan transparan, tidak ada bisnis atau persekongkolan sehingga dunia pendidikan betul betul bersih dari bisnis kotor,” pungkasnya ( Dedi  )