Pengelolaan Rumah Gizi Di Prabumulih Di Sorot,Warga Sekitar Belum Di Libatkan

 

Prabumulih – viralsumsel,my,id-Program makan gratis bagi anak sekolah yang dijalankan melalui Rumah Gizi seharusnya menjadi wadah pemberdayaan masyarakat lokal. Namun, pengelolaan Rumah Gizi yang berlokasi di Jalan Bakaran, Kecamatan Prabumulih Selatan, tepatnya di Gedung Karolin, mendapat sorotan lantaran belum memprioritaskan perekrutan tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

Sebelumnya, Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, telah menegaskan agar pengelola program lebih mengutamakan masyarakat sekitar dalam perekrutan karyawan. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi angka pengangguran sekaligus memperlancar jalannya program, mengingat warga lokal lebih memahami budaya serta kebutuhan siswa di lingkungan tersebut.

Faktanya, hingga berita ini diterbitkan, sejumlah warga yang sudah melamar pekerjaan—di antaranya Sundari, Siti Amina, dan Sindi Aulia—belum juga mendapat panggilan kerja, meski lamaran telah disampaikan sejak lama.

Saat awak media mendatangi lokasi Rumah Gizi, seorang perempuan menyebutkan bahwa pihak pengelola, Widot, tidak berada di tempat. Sementara itu, karyawan yang dijumpai enggan memberikan komentar. Bahkan, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, salah satu pihak yang disebut bernama Hj. juga tidak memberikan tanggapan.

Media berencana menanyakan persoalan ini langsung kepada Wali Kota Prabumulih agar ada tindak lanjut dan pihak pengelola dapat mematuhi arahan pimpinan daerah.

Meski demikian, kebutuhan akan tenaga kerja dengan kualifikasi tertentu tetap diakui penting. Karyawan yang direkrut diharapkan memiliki kemampuan memasak, menjaga kebersihan, serta mampu bekerja dalam tim. Untuk mengatasi kekhawatiran soal kualitas, pihak pengelola sebenarnya dapat memberikan pelatihan bagi calon karyawan lokal agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Ke depan, pemerintah daerah juga diharapkan dapat menggandeng UMKM maupun pihak swasta dalam penyediaan makanan, sehingga program makan gratis berjalan lebih efektif, efisien, sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

(Tim Redaksi)